Gara-Gara FB
Kulihat lagi status itu,
status yang bahkan membuat darahku mendidih cepat mengalahkan air yang dari
tadi aku masak…padahal sudah lewat sejam.
Coba lihat status itu,
“pacaran itu pemberi harapan palsu…orang pacaran budak cinta semua”
Enak saja dia menulis,
memang dia orang yang tidak pernah pacaran apa?atau orang yang tak laku-laku
atau baru diputusin, kasian, tapi jangan luapkan itu di fb dong.
Dasar…
Aku menggeser jariku
diatas iphoneku, melihat siapa yang menulis ini,
Oh ini dia, Bani Adam?
Siapa neh?
Dari ribuan teman fb
yang kumiliki memang aku tak kenal semua…
Makanya pusing juga
kalau yang namanya Bani Adam itu siapa?
Rasanya tidak pernah
chat sama dia deh…
komentar
saja,komentarnya yang pedas biar tidak sok…
“Mar’ah? Udah masak
belom airnya? lama sekali masaknya?” itu tadi teriakan Ummi…
tidak sadar juga aku
kalau airnya sudah masak, padahal tadi masih dingin, kena hawa kemarahanku
mungkin tadi yah?
“hem, ini nih, anak Ummi
yang paling ‘pintar’, pantasan saja tidak masak dari tadi, apinya kecil sekali,
sudah nunggu sejam nih Ummi,”kata Ummi dengan wajah kesal
aduh, kena lagi deh…
…
“Mar, telponmu
tuh, dari tadi teriak-teriak minta diangkat, siapa sih yang nelpon malam-malam
begini?” itu Ummiku lagi…
aku segera loncat dari
tempat tidurku,
“hp-nya dimana,Mi?”
kataku sambil panik, dari tadi nih hp dicari-cari tidak ketemu,
“tuh, diatas kulkas,
beritahu, jangan sering nelpon malam-malam, kamu mau ujian nas…”
aku langsung masuk
saja,sambil menutup pintu dan menguncinya dari dalam, tak boleh ada orang yang
dengar ini, hanya khusus untuk kami berdua, hehe
tuh, apa yang kubilang,
Randi yang menelpon…
dia itu penghibur
hatiku, saat aku sedih, gembira, marah…aku langsung telpon dia, setiap sesuatu
dia akan selalu ada, selalu ada dihati, ciehh
“assalamualaikum…”kataku
cepat
aku yakin dia tersenyum
di balik telepon lalu membalas…
“waalaikum salam ukhti”
tuh kan.
setelah salam pembuka
tadi, kami mengalirkan pembicaraan, adakalanya kami tertawa, merenung saat dia
menasehati, mendengarkan saat aku mengeluh, dan ini yang paling aku sukai dari
dia, aku memang masih kelas 2 MA,terlampau setahun umur kami.
Ada kisah tidak terduga
saat aku berkenalan dengannya lewat telpon, kami sebenarnya saling mengenal
dengan cara unik,
waktu Abi lagi periksa
jawaban ujian akhir kelas 6 di pesantren tempatnya mengajar (kelas 3 SMA lah),
aku sempat lihat nilainya yang paling tinggi, akhirnya iseng-iseng aku
tanyakan tentang dia ke Abi, dan dia lumayan juga…
daripada galau
dikamar sendiri karena semua teman lagi malam mingguan, makanya telpon saja
lewat nomor yang tertera di biodatanya,
dan akhirnya…
kami menjadi akrab…
teman-teman bilang aku
pacaran meski aku tak setuju itu, sebab kami hanya berbicara lewat telepon, itu
saja. Dan belum tentu dia menyukaiku…
Tidak ada pertemuan,
khalwath, malming. Semua hanya lewat telepon.
“mi, Mar’ah, lagi nelpon
siapa sih, ribut sekali?” kali ini tumben Abi yang bicara.
“gak tahu tuh, Bi.”
Kami masih menelpon,
bahkan hingga lewat tengah malam, materi bicara kami tidak habis-habis…
Ini nih keindahannya
kalau saling berbicara sama orang yang kita sukai, bisa sampai malam-malam,
bahkan tak jarang sampai subuh,
Aku tak peduli kalau
orang mengatakan kami pacaran, yang penting aku tak merasa begitu,
Ini lewat telepon, mana
dosa mah?
…
“akhi, ukhti jangan ada
yang pacaran, itu perangkap setan. Apapun jenisnya, bahkan kalau ada pacaran
islami semua harom, sadarlah ikhwan akhwat sekalian”
kembali lagi nih aku
baca status dari Bani Adam yang sok-sok-an itu…
untung ada ac yang buat
dingin, meski di hati masih tetap panas,
orang tidak punya kerjaan.
Aku komentari lagi dia meski agak kasar.
“kalau tidak laku tak
usah marah di fb”
…
sebenarnya kalau
hitung-hitung belanjaku tiap bulan untuk jajan sekolahan, tidak terlalu banyak,
tapi yah masalah itu…
masalah harus beli pulsa
buat nelpon Randi, biar tidak galau seharian…
dianya sih tidak pernah
mau menelpon balik, tapi tumben kemarin mau nelpon… katanya ada hal yang ingin
dia bicarakan, tapi keburu aku tutup sebab Abi sudah marah mendengar kami
menelpon terlalu larut.
Makanya, aku sms dia
agar kami mungkin bisa bicara lewat fb, murah dan tidak perlu khawatir
pembicaraan di dengar sama orang lain, kan tulisan yang berbicara.
“Assalamualaikum, kak
Randi, bisa bertanya?” tulisku dalam sms, sambil senyum-senyum sendiri
tak butuh waktu lama…
“waalaikum salam, boleh,
antunna mau tanya apa?”
tuh kan…
“mungkin, chat lewat fb,
lebih hemat, eh maksudnya lebih baik,…antum punya fb?” kirimku.
“oh, boleh,”balasnya.
“nama fb antunna siapa?
Kebetulan lagi OL”
yes, yes… tiba-tiba buah
durian jatuh dikepalaku
hehe, untung cuma
hayalan.
“nama fb-ku, Putri
Usmanah…”
agak lama juga,
duh, dia kok tidak
balas?
‘ping’ dering sms masuk
berbunyi, cepat aku buka…
“oh, antunna tidak usah
cari fb saya, kita sudah teman di fb, kemarin sudah konfir permintaannya.”
lha, kok bisa?
Begini nih kalau terlalu
banyak teman yang dikoleksi di fb…dilupakan semua…
“afwan kak, tapi kapan
yah kita berteman di fb?” balasku bingung.
“itu tuh,ukhti. yang
namanya Akhi Fillah”
oh, iya. Sekarang aku
tahu. Ini orang yang aku temukan di fb, satu-satunya orang yang ‘sempurna’ lah
menurut ukuranku. Profilnya tak diragukan, sekolah di pesantren, temannya
aktivis dakwah semua…
jadi itu fb-nya Randi…
aku lalu mengirim sms
“oh…itu yah, tapi kok
saya periksa di daftar teman yang aktif, tidak ada namanya Akhi Fillah”
aku masih bingung
sekaligus senang, ternyata yang punya fb berkualitas ‘subhanallahllahuakbar’
itu, punyanya Randi, rasa kagum dan suka sama dia makin bertambah nih. Pasti
kami akan makin akrab, aku optimis jadi pacarnya, meski dia tak merasa…hehe
“itu karena aku sudah
ganti nama…”
“sudah ganti? Namanya
siapa?”balasku tidak sabar.
“namanya... BANI ADAM”
tiba-tiba, serasa ada
durian jatuh ke kepalaku, atau memang itu adalah durian sebab aku lagi di kebun
durian…kemudian, semua jadi gelap…
by : Wahyu Kurniawan
(tue Mar 24 12:40 PM)

Post a Comment