Assalamualaikum Wr. Wb
Apa kabar Pandemi yang banyak merubah pola dan cara kehidupan kita dari awal tahun hingga saat ini, menjelang akhir tahun?. Pembelajaran serba online, aktifitas daring dari TK hingga dunia kampus, juga rapat virtual dan seminar pun serba mengudara tanpa adanya tatap muka.
Apa kabar guru-guru pengajar yang harus melaksanakan sistemtika kurikulum tanpa alasan Corona melalui Whatsaap hingga room chat? Semoga tetap istqomah dengan keikhlasan yang sama.
Apa kabar para orangtua, yang kini menyadari betapa mendidik bukanlah perkara biasa, setelah anak-anak dirumahkan sekian bulan karena virus ini? Semoga, menjadi patner guru di sekolah demi terlaksananya program belajar di rumah, tetap diiringi dengan doa kebaikan bagi anak-anak kita, meskipun kadang kepala bertanduk, emosi dan marah akibat anak susah diarahkan untuk mengerjakan PR dan tugas lainnya. Harapanku, doa-doa kita tetap terpanjatkan, beriring kebaikan bagi ubun-ubun masa depan anak-anak, dalam kondisi apapun termasuk saat ini.
Apa kabar, wali santri dan santriwati kami diluar sana? yang banyak mengeluhkan komunikasi yang terbatas, tidak ada kunjungan bahkan sesi tatap muka dengan putra putrinya yang kini berada di Darul Huffadh. Banyak komplain, banyak keluhan, banyak keresahan hingga gosip miring yang tersampaikan ke pondok karena aturan baru yang kami terapkan.
Bapak dan Ibu, yang Bijaksana..
Sebagai warga negara yang patuh, pondok tidak lepas dari aturan yang mengikat meskipun dalam pelaksanaan di pesantren masih terdapat kebijakan lainnya yang harus kami sesuaikan. Tidak adanya pertemuan antara wali dan santri/wati secara tatap muka adalah bagian antisipasi kami untuk pencegahan Covid 19 yang masih merundung negara kita.
Tolong, jangan katakan covid ini ada atau tidak ada. Mengantispasi dan menyikapi bijak akan sebuah maslahat, merupakan kepentingan utama dari sekedar asumsi-asumsi belaka. Kami saat ini, dititipkan Putra Putri Anda, sekalian 2000-an orang. Apakah kami akan mengambil tindakan dan keputusan yang berasal dari asumsi perasaan saja?? Tidak. Atau pikiran monoton aturan saja? Tidak. Kami harus mempertimbangkan sekian banyak madharat dan manfaat, hingga mencapai satu keputusan yang bulat. Tidak sekali kami dipanggil dan dimintai pendapat oleh Bapak Pimpinan, sehubungan maslahat terbaik bagi anak-anak bapak dan ibu sekalian.
Jadi, ketika kami memikirkan 2000-an anak di pondok ini, cobalah untuk tidak hanya memikirkan anak pribadi bapak dan ibu saja. Ketika kami berusaha memberikan pendidikan dan pelajaran terbaik yang kami miliki untuk masa depan anak-anak kita, cobalah untuk tidak mengumbar keluh kesah karena pertemuan yang tidak terjadi sehingga terlontar kata-kata yang tidak layak. Ketika kami mencoba untuk menenangkan hati anak-anak, agar mereka fokus belajar tanpa memikirkan kerinduannya sendiri, maka cobalah bapak dan ibu juga meredam rindu itu dalam doa.
Bapak dan Ibu yang Budiman..
Bagaimana dengan telepon?. Peraturan telepon terutama di pondok putri telah kami umumkan dan telah berubah. Dulu, orangtua masih bisa menelpon anak-anaknya melalui seluler pondok namun kini, sistem aturan kami balik. Putri-putri Andalah yang akan menelpon orangtua di rumah. Setiap santriwati kami berikan kesempatan menelpon sekali dalam sebulan dan 3 SMS. Mereka harus menggunakan kesempatan ini, sebaik mungkin. Putri-putri bapak dan ibu, sedang belajar memprioritaskan penyampaian apa yang paling tepat untuk dikatakan dalam sekali kesempatan dan 3 SMS tadi.
Jadi, bukanlah kami meniadakan telepon akan tetapi merubah sistem teleponnya. Apabila kami menuruti kerinduan wali sekalian, maka tidak akan ada jeda telpon berdering. Anak-anak pun akan terganggu belajarnya, penanggungjawab telpon akan terbengkalai aktifitas mengajar dan hafalannya, dan wali satu dan yang lainnya pun akan saling berkomentar karena telpon yang tidak bisa masuk akibat terlalu banyak yang menelpon.
Alhamdulillah, sistem ini sangat efisien. Anak-anak kita bahkan ditanya kenapa tidak mendaftar telpon? Sebagian menjawab, nanti Ustadzah ketika saya sudah juz 20. Nanti Ustadzah ketika saya habis mukammal 5 juz. Nanti Ustadzah.. dan banyak lagi. Mereka ingin menelpon Anda, dalam waktu yang tepat dengan berita yang menyenangkan.
Jadi, tunggulah telpon mereka dengan doa kebaikan yang terpanjat untuk anak-anak dan pondoknya. Tunggulah kabar mereka dalam prasangka baik pada Allah, bahwa Dia akan senantiasa menjaga penuntut ilmu-Nya.
Bapak dan Ibu, yang Baik..
Ketika anak-anak kita berdiri Tahajjud, di tengah malam, mereka tidak akan pernah meminta sesuatu untuk diri mereka sendiri sebelum mengucapkan doa kebaikan untuk bapak dan ibu sekalian. Kesehatan, rezeki yang dilancarkan hingga kebahagiaan bagi orangtua, mereka panjatkan diseperempat malamnya.
Sebagaimana yang mereka lakukan, bapak dan ibu pun lakukanlah hal yang sama, sehingga anak-anak kita Istiqomah dalam menuntut ilmu dan hatinya tenang menjalani semua ini.
Jangan katakan, saya menulis ini, karena tidak mengetahui rasa berpisah tanpa tatap muka dengan anak-anak kita. Tidak bu. Saya cukup tahu bagaimana perasaan bapak dan ibu. Putra saya telah belajar jauh di Pulau Jawa sejak masih kelas 5 SD, dan hanya pulang sekali di bulan Ramadhan. Dan kini, dia sudah kelas 2 SMP dengan tidak bisa dikunjungi, tanpa tatap muka bahkan telpon terkadang sebulan tidak dapat tersambung karena banyaknya yang menelpon. Wajar. Bukan anak-anak saja yang selalu ditekankan untuk bersabar, bukankah orangtua harus lebih bersabar dan memberi contoh dalam hal ini??. Berprasangka baiklah pada Allah, Dia menjaga penuntut ilmu-Nya.
Bapak dan ibu..
Saya dan Anda, sama saja. Sama-sama rindu dan tak dapat terlampiaskan karena adanya aturan pembatasan kunjungan dan lain sebagainya. Namun, bukankah doa-doa mustajab orangtua tidak memiliki batasan? Maka doakanlah. Semoga anak-anak kita diberkahi keilmuan yang bermanfaat dan istiqomah dalam jalan yang ditempuh. Bukan hanya anak-anak saja namun kita juga sebagai orangtua menjadi lebih bijak. Doakanlah anak-anak kita dan pondok ini, karena Allah Maha Mendengar. Aamiin.
Mari kita bungkus kerinduan ini, dengan doa pada-Nya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Sadiah Lanre Said
(Direktris Pondok Pesantren Putri DARUL HUFFADH)
(Sumber: FB Acq Darul Huffadh)
Postingan Asli Klik Di Sini
Post a Comment