Seperti catur, dalam banyak lebar hidup tersusun, adakala kita dihadapkan ster dan juga skak, keadaannya adalah raja dan perdana menteri berada dalam situasi berbahaya. Salah satunya harus dipilih, mana yang harus dikorbankan dan siapa yang harus bertahan. Tak bisa memaksa keduanya hidup atau menyerah pada pertandingan. Bisa saja keduanya selamat, tentu saja dengan persetujuan pembuat permainan catur itu sendiri dan seluruh orang di dunia yang bertahun-tahun menggeluti permainan otak ini. Tapi, seperti yang anda ketahui, mustahil.

Memilih pengorbanan perdana menteri adalah opsi pertama, sang raja bisa bebas dan kita masih bisa bertahan, kalau kondisinya memungkinkan bisa saja berbalik menyerang. Namun, lain ceritanya kalau raja yang terpilih dan mebiarkan sang perdana menteri. Permainan selesai dan kerajaan hancur, meski pion-pion lain masih sempurna. Menyerah di awal, hal yang mudah namun bukan keputusan terbaik.

Hidup pun begitu. Kita dihadapkan pada setiap pilihan. Dari masalah sederhana atau yang rumit bin sulit. Tetapi tak akan dinamakan masalah kalau tak disertai dengan solusi. Meski jalan keluar kadang tak pernah kita pikirkan.

Pilihlah pilihan yang mendekatkanmu kepada Allah. Dan itulah keputusan bijak, karena sandaran hanya bermuara kepada-Nya.

Cermati setiap masalah, lihat siapa yang harus dilindungi sebagai raja dan siapa yang rela berkorban sebagai perdana menteri yang melindungi pemimpinnya. Selalu ada solusi, selalu ada jawaban. Setiap masalah mendidik kita menjadi manusia lebih baik, lebih bijak dan tahan terhadap setiap cobaan. Maka, mari melihat dengan jernih, berpikir dengan matang, dan merasakannya dengan hati yang murni. Bersiaplah karena hidup itu adalah panggung ster dan skak, dianya hanya memberikan dua pilihan.

Post a Comment

Previous Post Next Post