Digenggaman hati
Dalam jemari renut menutup
Hamparan syahdu nan rindu
Membungkus usapan halus
Dalam kenangan meletup
Sejengkal pikiran
Memenuhi diding cakrawala
Langit bergelombang
Membawa rimbunan awan
Dari sudut hati
Melihat langit tergaris
Aku meyakini
Kini kau mengintip
Rembulan yang sama
Sinarnya mengantar

Kerinduan terpendam




Di antara tirai gerimis
Mengaliri daun tunduk menatap gersang
Bukan berarti tanpa kehidupan
Pecahan tanah selalu menyimpan harapan
Tumbuh di antara gemang kemilau batu
Mencakar perlahan kejernihan dingin
Bercermin di embun yang menggantung
Nyata tak selamanya terindra
Seperti cinta
Murni, hanya dirasakan hati yang dicintai



Belaian samudera menyembunyikan mutiara
Di kedalaman puncak menyimpan cahaya
Begemuruh ombak bak pusaran
Bintang-bintang bersaksi tentang
Jalanan pulang terpenuhi rintangan
Ringkukan kecil menggenggam harapan
Bertanya dalam diri
Saat sampan nelayan menyingkap
Menyebar jala mengadu pilu
Tuntas harapan terbawa dari daratan
Dan semilir daun kelapa bersuara
Ikut menyapa melepas
Setia bersama hati menunggui
Kepulangan terayuh berwajah peluh
Gambar senyum menjelaskan
Penantian rindu mutiara sendu
Terkabul dari tetangan terjal
Menyusuri pasir mencari potongan
Dari lembar kehidupan
Jadilah mutiara
Kelam hitam kan terbit semburat
Beban rasa kan menemui labuhan
Saat semua menggaris indah
Itulah apa yang dulu
Engkau nantikan
Melalui takdir yang bersandar pada Tuhan

Post a Comment

Previous Post Next Post