Rutenya adalah Dari Takalar ke Sinjai. Meski pada di akhir yg berdomisili di makassar tak ada yg sempat ikut ke bus. Kesibukan kampus, menjaga masjid,dan urusan keorganisasian yg lain menjadi penghambat. Tapi sebagian mengusahakan untuk hadir.
Alhasil, satu bus itu full keluarga. Semacam reunian studytour satu family. Jam 00.15 menit, mereka baru tiba di pondok.
Esok harinya, selesai sarapan di rumah direktur, rombongan berangkat menuju pelabuhan, start dari Sinjai pukul 09.30, ombak yg kadang tinggi, menggetarkan sedikit jantung.
Di kejauhan gugusan pulau mulai terlihat. Hamparan biru lautan seperti tikar yg terbentang, semakin siang menanjak, terik matahari semakin panas. Kami hampir sampai, hal itu lebih meyakinkan ketika sinyal di hp juga hilang.
Jam 10.30, kapal yg memuat hampir seratusan orang itu bersandar di pelabuhan. Dari jauh, orang-orang sudah sibuk mempersiapkan penyambutan.
Dan sambutan yg ramah, adalah sebaik-baik penyambutan.
Saat cinta telah hadir dalam hati. Apa yg akan kita lakukan. Memendamnya ataukah mengungkapkannya. Keduanya adalah baik. Selama ia sesuai dengan apa yg digariskan Allah. Cinta dalam diam dan mendoakan, atau mengekspresikan cinta itu dengan menghalalkan.
Jodoh memang di tangan Tuhan, tapi kalau tidak dijemput, akan disitu terus.
Berani mehalalkan, atau rela mengikhlaskan.
(walimah documentary coming soon, watch us in youtube: darulhuffadh gen_014 or mumtaaz production)






Post a Comment