Kali ini puteri Iftiyah yang dipinang ini duduk khidmat di bawah tenda berhias khas bugis. Menatap tetamu undangan yg menyantap hidangan. Entah apa yg ia rasakan. Dia adalah putri tertua dari saudara kembarnya sendiri. Berharap suatu hari adik kembarnya merasakan bagaimana menjadi ratu sehari. Sedang di baris belakang duduk pula teman-teman sedang memasang senyuman baper sembari melambaikan tangan. Mereka adalah marhala yg sedang studi di Bone dan Sinjai. Meski untuk sampai di tempatnya, harus melewati medan sulit. Belum lagi yg dipakai adalah motor vespa, cuma mogok-mogok saja kerjanya.
Senior juga turut hadir. Sayang sekali, kami yang tinggal di Makassar tak punya kesempatan, jadwal kuliah betul-betul tak bisa diajak kerjasama. Meski raga tak berada di sana, semoga doa pengharapan kami selalu mengiri mereka.
Tercatat hingga kini, ini adalah walimah ke 8 menuju 10 di bulan Oktober nanti, amiin. Moga ke depannya teman-teman, sahabat, saudara juga menyusul yah.
Karena tak ada yang lebih indah bagi dua orang yg mencintai selain pernikahan.
Adalah naluri, ketika seseorang merasakan kebahagiaan, ia segera membaginya, baik dengan ucapan, curhat, atau berusaha agar sahabatnya juga merasakan hal itu.
Bagi yang sudah menggenapkan separuh agama, melebur cinta dalam ikatan suci pernikahan, bersanding dengan orang yang dicintai sehidup se surga. Memiliki harapan agar teman-teman, saudara, sahabat sekiranya dimudahkan untuk menikah, dimudahkan untuk bertemu tulang rusuknya yang hilang, dimudahkan bersatu dengan badan yang ia sebagai tulang rusuk yang hilang darinya.
Bersatu antara dua hati, di bawah mahligai suci pernikahan. Moga, dengan niat tulus kita dimudahkan, panainya dimudahkan, proses menujunya dimudahkan. Mudah sebab Allah pun turut di dalamnya. Ia-lah yang mengatur jalan hidup seseorang dan berkuasa atas segala sesuatu.
" tiga golongan yg 'wajib' atas Allah menolongnya, budak yg ingin menebus dirinya agar merdeka, orang yg menikah demi menjaga kesucian dirinya dari maksiat, dan mujahid di jalan Allah" (Hr. Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibnu Majah)
Sucikan niat, kuatkan tekad, siapkan rohani dan jasmani, kemudian melangkah maju, diiringi doa keridhoaan dari bapak dan ibu, lalu ketuk pintu rumahnya,
"Assalamualaikum, pak. Saya berniat untuk meminang putri bapak,"
Allahu Akbar..!





Post a Comment