Menuju 42
tahun, pondok semakin melebarkan sayapnya, alumni menyebar di seluruh
nusantara, berkhidmat pada agama, menyeru pada yang haq, membimbing pada
kebenaran, menunjukkan yang patut diambil teladan, memperingati jika salah
melangkah. Memulai kiprahnya di tahun-tahun pertama didirikan bukan hal mudah,
ia-nya merupakan perjuangan panjang, ditimpa cobaan dari berbagai arah, dikecam
aparat pemerintah, ditolak oleh warga, dianggap berbahaya dan dianggap ancaman
kedamaian, hanya sebuah alasan klise, dilontarkan oleh orang-orang
berkepentingan, kehadiran pondok dapat mengguncang kekuasaan yang mereka
cengkeram.
42 tahun
pondokku...
Di sebalik tabir
sejarah panjang nan berpeluh, berpuluh tahun mendidik generasi pewaris ilmu,
sebuah pertanyaan muncul menyibak waktu, ialah prinsip sekaligus tujuan mengapa
pesantren ini tumbuh. Pulau Al-Qur’an
dan hadits, tempat yang Darul Huffadh tuju.
42 tahun pondokku...
Sudah sampaikah
ia di pulau Al-Qur’an dan hadits ? masa yang berlalu bukan waktu yang singkat.
Darul Huffadh terus eksis menapaki dakwah tanpa mengenal biaya. Mendirikannya
tidak pula mudah. Terbayang membuat lembaga pendidikan tanpa dana, siapa yang
bisa ? ada ratusan santri belajar agama, siapa yang menjamin mereka ? maka,
kepada Allah kembali-Nya kita. Dia Maha Pemurah lagi Maha Kaya. Begitulah Dia
berilham melalui mimpi pada Etta, sang pendiri. Lalu, dimulailah, detik-detik
menyusun langkah, menapaki sedikit demi sedikit meski dipenuhi derita, tapi
itulah takdirnya. Madrasah Allah ini harus berdiri.
42 tahun
pondokku...
Generasi-generasi
silih berganti, tiap tahun melahirkan alumni, sudah sampaikah ia di pulau
idaman ? mungkinkah belum di pulau, tapi baru pesisirnya ? Atau telah berlabuh,
namun pulau teramat luas, ada daerah yang belum terjamah, maka menyusurinya
butuh waktu lama...
Bagaimana pun,
panji dakwah ini akan terus berkibar, amanah ini harus ditunaikan, karena ia
menjadi cahaya di tengah kegelapan, ayat-ayatNya dihafalkan, dan dibaca tanpa
henti.
Tarbiyahlah
yang mendidik generasi rabbani, mewujudkan masyarakat madani, untuk Indonesia
yang lebih kuat, maju, cerdas, dan mandiri.
Karena dakwah
tak pernah istirahat
“berdakwahlah,
sampai Allah mengatakan pulanglah”
Road to 42th Anniversary for Darul
Huffadh

Post a Comment